Senin, 28 September 2020

TERPERCAYA!!! WA: 0819-4557-5656 iklan sepatu sekolah Medan

 sepatu sekolah league, sepatu sekolah laki laki sma, sepatu sekolah lis putih


Penyakit akibat kerja di Tempat Kerja Kesehatan

1.    Faktor Biologis (kuman patogen yang berasal umumnya dari pasien)
Lingkungan kerja pada Pelayanan Kesehatan favorable bagi berkembang biaknya strain kuman yang resisten, terutama kuman-kuman pyogenic, colli, bacilli dan staphylococci, yang bersumber dari pasien, benda-benda yang terkontaminasi dan udara. Virus yang menyebar melalui kontak dengan darah dan sekreta (misalnya HIV dan Hep. B) dapat menginfeksi pekerja hanya akibat kecelakaan kecil dipekerjaan, misalnya karena tergores atau tertusuk jarum yang terkontaminasi virus. Angka kejadian infeksi nosokomial di unit Pelayanan Kesehatan cukup tinggi. Secara teoritis kemungkinan kontaminasi pekerja LAK sangat besar, sebagai contoh dokter di RS mempunyai risiko terkena infeksi 2 sampai 3 kali lebih besar dari pada dokter yang praktek pribadi atau swasta, dan bagi petugas Kebersihan menangani limbah yang infeksius senantiasa kontak dengan bahan yang tercemar kuman patogen, debu beracun mempunyai peluang terkena infeksi.

Pencegahan :

o   Seluruh pekerja harus mendapat pelatihan dasar tentang kebersihan, epidemilogi dan desinfeksi.

o   Sebelum bekerja dilakukan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan dalam keadaan sehat badani, punya cukup kekebalan alami untuk bekerja dengan bahan infeksius, dan dilakukan imunisasi.

o   Menggunakan desinfektan yang sesuai dan cara penggunaan yang benar.

o   Sterilisasi dan desinfeksi terhadap tempat, peralatan, sisa bahan infeksius dan spesimen secara benar

o   Pengelolaan limbah infeksius dengan benar

o   Menggunakan kabinet keamanan biologis yang sesuai.

o   Kebersihan diri dari petugas.

 

2.    Faktor kimia (pemaparan dalam dosis kecil namun terus menerus seperti antiseptik pada kulit, zat kimia/solvent yang menyebabkan kerusakan hati)

Petugas di tempat kerja kesehatan yang sering kali kontak dengan bahan kimia dan obat-obatan seperti antibiotika, demikian pula dengan solvent yang banyak digunakan dalam komponen antiseptik, desinfektan dikenal sebagai zat yang paling karsinogen. Semua bahan cepat atau lambat ini dapat memberi dampak negatif terhadap kesehatan mereka. Gangguan kesehatan yang paling sering adalah dermatosis kontak akibat kerja yang pada umumnya disebabkan oleh iritasi (amoniak, dioksan) dan hanya sedikit saja oleh karena alergi (keton). Bahan toksik ( trichloroethane, tetrachloromethane) jika tertelan, terhirup atau terserap melalui kulit dapat menyebabkan penyakit akut atau kronik, bahkan kematian. Bahan korosif (asam dan basa) akan mengakibatkan kerusakan jaringan yang irreversible pada daerah yang terpapar.
Pencegahan :

o   ”Material safety data sheet” (MSDS) dari seluruh bahan kimia yang ada untuk diketahui oleh seluruh petugas untuk petugas atau tenaga kesehatan laboratorium.

o   Menggunakan karet isap (rubber bulb) atau alat vakum untuk mencegah tertelannya bahan kimia dan terhirupnya aerosol untuk petugas / tenaga kesehatan laboratorium.

o   Menggunakan alat pelindung diri (pelindung mata, sarung tangan, celemek, jas laboratorium) dengan benar.

o   Hindari penggunaan lensa kontak, karena dapat melekat antara mata dan lensa.

o   Menggunakan alat pelindung pernafasan dengan benar.

 

Mencari produk-produk sepatu safety yang berkualitas dengan harga yang terjangkau memang tidak mudah. Kita juga harus mempertimbangkan berbagai aspek. Salah satunya mungkin modelnya. Anda tidak perlu khawatir. REDIBOS menjawab kebutuhan anda dengan berbagai produknya.

 

untuk pemesanan, silahkan hubungi contact dibawah ini

WA :   http://bit.ly/081945575656

CALL : 0813 59 117 118

Alamat : Jl.Tempur No.19 RT/12 RW/04, Tempur, Kemiri, Kepanjen, Malang, Jatim

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TERPERCAYA!!! WA: 0819-4557-5656 iklan sepatu sekolah Medan

  sepatu sekolah league, sepatu sekolah laki laki sma, sepatu sekolah lis putih Penyakit akibat kerja di Tempat Kerja Kesehatan 1.    Fa...